7 CARA MENDIDIK ANAK DI RUMAH

ANAK DI RUMAH
CARA MENDIDIK ANAK DI RUMAH

Cara mendidik anak anak di rumah tentunya berbeda dengan di sekolah, Mendidik anak di sekolah terikat dengan tempat, waktu, jadwal, kurikulum, dan seterusnya, Adapun mendidik anak di rumah berlaku setiap hari, bahkan setiap saat, Nah Untuk itu diperlukan beberapa cara mendidik anak yang bisa dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya dirumah, diantaranya :

Pertama, Metode Keteladanan,

keteladanan yang baik adalah sarana terpenting dalam pendidikan, Ia memiliki pengaruh yang sangat besar, Orang tua adalah contoh paling tinggi bagi anak, Anak tetap akan mengikuti perilaku dan akhlaknya, baik sengaja atau pun tidak, Bila ia selalu jujur dalam ucapan dan dibuktikan dengan perbuatan niscaya anak akan tumbuh dengan semua prinsip-prinsip pendidikan yang tertancap dalam pikirannya, Dengan adanya teladan, seorang anak akan belajar dengan sesuatu yang nyata, Ini akan lebih mudah diserap oleh jiwa,

Dengan adanya teladan, seorang anak akan belajar shalat dan menekuninya ketika melihat kedua orangtuanya tekun menunaikannya disetiap waktu, demikian juga ibadah-ibadah lainnya, Dengan adanya teladan, seorang anak akan tumbuh dengan sifat-sifat terpuji dan baik yang didapatnya dari orangtua atau gurunya,

Sebaliknya  ketidaksesuaian antara ucapan dan perbuatan akan menjadi racun dalam pendidikan, Sebagai contoh, seorang anak yang melihat ayahnya suka berdusta tidak akan dapat mempelajari kejujuran darinya, Sebagaimana seorang anak perempuan yang melihat ibunya tak mempan dengan nasehat, maka jangan harap ia tumbuh menjadi anak yang mudah diberi nasehat oleh ibunya,

Dan Allah telah mencela para pendidik yang perbuatannya menyelisihi ucapannya sebagaimana terdapat dalam QS. Ash-Shaf ayat 2-3 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

Yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan,”

Kedua, Bimbingan dan Nasehat,

Nasehat yang baik termasuk sarana yang menghubungkan jiwa seseorang dengan cepat, Apalagi nasehat yang kita ucapkan tulus dari dasar hati kita yang paling dalam, Niscaya akan memberikan pengaruh yang langsung menghujam di hati anak, Agar nasehat membawa perbaikan maka perhatikanlah hal-hal berikut :

Ulang-ulangilah nasehat, karena tabiat manusia adalah lupa, namun jangan berlebih-lebihan sehingga membuat jiwa menjadi bosan,

Kemudian kita bisa memilih waktu yang tepat, yaitu waktu ketika kondisi kejiwaannya dalam keadaan kondusif,

Dan gunakanlah kata-kata yang mudah dan dapat dipahami sesuai dengan usia anak serta daya tangkap dan nalarnya,

Ketiga, Mengambil Pelajaran Dari Berbagai Peristiwa dan Kejadian,

Mendidik anak berlangsung setiap hari, Dan peristiwa sehari-hari sebenarnya adalah peristiwa besar, sekalipun tampak sepele, Peristiwa keseharian ini akan memberi pengaruh sikap terhadap peristiwa-peristiwa yang dialami anak di lain waktu, Pendidik yang cerdas lagi sangat menginginkan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya tidak akan membiarkan suatu kejadian melintas begitu saja tanpa mengambil pelajaran darinya untuk ia sampaikan kepada anak-anaknya, Karena hidup memang penuh dengan peristiwa dan kejadian, Manusia senantiasa akan menemui peristiwa-peristiwa ini selama masih hidup di dunia, Dan peristiwa-peristiwa kehidupan termasuk sarana terpenting dalam mendidik, karena memiliki pengaruh yang besar bagi anak, Ambilah setiap kejadian sebagai pengarahan, bimbingan, pengajaran, dan sarana untuk meluruskan kesalahan, Manfaatkan saat-saat yang tepat hingga bisa mengetuk jiwanya dan mempengaruhi hatinya, Sewaktu perasaannya dapat merekam dengan jelas sehingga pelajaran berharga masuk dalam jiwanya,

Keempat, Metode Pembiasaan,

Biasakan anak melakukan kebaikan, Sebab bila anak terbiasa mengerjakannya secara teratur, maka ia akan menjadi sebuah kebiasaan, Dengan pembiasaan maka urusan yang banyak akan menjadi mudah, Tanamkan kepada mereka kebiasaan melakukan sesuatu yang baik dan membawa keberuntungan baginya dalam urusan dunia maupun agama, Baik itu ibadah, adab, tutur kata, sopan santun, rutinitas keseharian, dan lain sebagainya,

Kelima adalah Memanfaatkan Waktu Luang,

Dorong anak untuk mengisi waktu luang dengan kebaikan dan sesuatu yang bermanfaat, sehingga tidak dimasuki oleh keburukan, kerusakan, dan kesesatan, Berikan pengarahan yang benar dalam jalur kebaikan, Luangkan waktu Anda bersama anak, untuk menemani, membimbing, dan beraktivitas bersama mereka, Sehingga anak akan terlepas dari sebab-sebab penyimpangan dan kerusakan, karena terlalu banyaknya waktu kosong tanpa tahu harus diisi dengan apa, Karena Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam bersabda, “Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengannya: kesehatan dan waktu luang” (HR, Bukhari)

Ke enam, Pemberian Motivasi,

Berikanlah motivasi positif pada anak! Baik motivasi yang sifatnya konkrit maupun maknawi, Berikan dorongan dan semangat kepada anak untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat, Seiring dengan itu teruslah menggali apa yang menjadi bakat dan potensi mereka, Biasakan mereka untuk berusaha dengan keras dan bersaing secara sehat, Ikut sertakan anak dalam perlombaan yang positif,

Motivasi yang terus menerus akan meningkatkan kreativitas anak dalam melakukan kebaikan dan hal yang bermanfaat, Dampingi terus mereka dan berikan dukungan sebaik-baiknya, Motivasi ini bisa berbentuk bahasa kata-kata ataupun bahasa tubuh, Dengan memberikan dukungan morill maupun materiil, Dengan memfasilitasi anak atau dengan memberikan hadiah ketika anak melakukan kebaikan,

Adapun Cara mendidik anak yang ketujuh adalah Pemberian hukuman,

pendidikan dengan pemberian hukuman ini hendaknya bermula dari ancaman hingga berakhir pada penjatuhan sanksi, Jika ternyata anak tidak menghiraukan, maka sanksi harus benar-benar kita jatuhkan, Dengan demikian akan tertanam pada jiwa anak bahwa ancaman kita itu sungguh-sungguh dan bukan main-main, Demikianlah metode yang Allah ta’ala sebutkan dalam firman-Nya di QS An Nisa ayat 34 :

اللَّهُ وَاللاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

” Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka, kemudian jika mereka mentaatimu, Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya, Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar,” 

Demikianlah  7 cara mendidik anak di rumah yang kita harapkan dapat membantu kesuksesan kita dalam mendidik anak, Mendidik anak dengan memberi contoh akan menghasilkan karakter yang mulia, Pengajaran dengan tutur kata dan bimbingan yang baik mampu meluruskan berbagai kekurangan dan kesalahan, memberikan wacana yang baik dalam kehidupannya serta membiasakan mereka dengan kebaikan pula, Dengan memanfaatkan waktu senggang, anak mampu menyalurkan potensi tubuh, akal dan perasaan untuk sesuatu yang bermanfaat, Motivasi akan membangkitkan semangat dan persaingan hidup yang sehat serta mengasah kemampuan dan keterampilan, Sementara sanksi hanya berfungsi sebagai sarana kontrol akhir bila semua sarana dan metode tersebut tidak bermanfaat,

semoga bermanfaat, wallahua’lam,

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *